Senin, 30 Januari 2012

Diremehkan? Ah.. Itu Biasa!

Baca: Markus 6:1-6a


Bisa mewartakan Firman Tuhan kepada banyak orang adalah anugrah sekaligus kebahagiaan yang luar biasa. Karena kesempatan itu bukanlah sesuatu yang diusahakan -- sebab orang kristen percaya bahwa, itu adalah anugrah Allah yang luar biasa. Tapi bagaimana respons kita jika suatu ketika kita mewartakan Firman Tuhan, lantas orang menolak, bahkan mengusir kita?

Bukan soal yang mudah bukan. Hal ini dialami juga oleh Tuhan Yesus ketika melayani di tanah kelahiran-Nya, yakni nazareth. Alkitab menceritakan setelah Yesus berkunjung ke beberapa tempat untuk memberitakan kabar baik, banyak orang takjub dengan karya-Nya, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang percaya, tapi tidak dikampung halamannya sendiri. Setelah safari PI-Nya, Yesus pulang ke tanah kelahiran-Nya – pada hari sabat Dia mewartakan Firman Tuhan. Lukas menulis, ayat/ firman yang dibacakan (PL) Yesus adalah, "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku , untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Lukas 4: 18-19)
Setelah membaca, Tuhan Yesus lantas memberi pengajaran tentang ayat itu, dan diakhir khotbah-Nya, Dia mengatakan, "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." (Lukas 4:21). Sementara Markus menulis, setelah mendengar Yesus memberi pengajaran, orang-orang yang mendengar, notabene adalah orang yang mengenal Yesus sejak lahir takjub (terheran-heran) dengan apa yang beritakan. Lantas mereka mempertanyakan tentang beberapa hal:
Latar Belakang Pendidikan: Ayat ke 2 secara tersirat menunjukkan hal ini "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya?” pertanyaan ini menunjukkan keraguan tentang hikmat yang dibawakan, termasuk sumber dan aal hikmat yang disampaikan. Apalagi seperti Lukas ceritakan, apa yang dikatakan telah digenapi, mengarah kepada sosok utusan Tuhan yang agung, tokoh pembebasan.
Kemampuan dan Kuasa Yesus: di ayat yang sama disebutkan ”Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?” ini mempertanyakan kemampuan Yesus, mempertanyakan kuasa Yesus yang mampu melakukan hal-hal yang besar seperti dikapernaum. Sebab Yesus mengerti maksud hati orang-orang itu. Dalam Lukas 4:23 Dia mengatakan “Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, u segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum.” Dari ayat ini jelas, bahwa mereka meragukan kemampuan Yesus. Mereka menginginkan apa yang didengar, seperti di kapernaum itu terjadi ditanah kelahiran mereka. Jangan hanya kabar burung, tapi terbukti. Jelas sudah, orientasi mereka adalah tentang mujizat yang spektakular – barulah mereka akan percaya.
Apa saja yang dikerjakan-Nya di kapernaum:
1. Dalam Markus 1:22 disebutkan orang-orang yang mendengar pengajaran Yesus sangat takjub, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
2. Markus 1:24 -26 Yesus menghardik Roh jahat.
3. Markus . 2:3-5 Yesus menyembuhkan orang yang lumpuh,
4. Markus 2:5Yesus mengatakan "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.
Bagaimana orang-orang di Nazareth sampai tahu bahwa Yesus membuat mujizat di kapernaum? Dalam Markus 1:27 disebutkan bahwa orang-orang di sana takjub sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya 2 ." lalu di Markus 1:28 dikatakan: Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.
Dari Lukas 4:23, tafsiran saya, Yesus tidak melakukan mujizat secuil pun untuk membuktikan siapa Dia. Jika coba dikontraskan dengan di kapernaum, maka, di Nazareth ada indikasi bahwa Yesus dilihat oleh mereka:
1. Tidak dilihat memberitakan Firman dengan penuh kuasa. Memang mereka takjub, tapi ketakjubannya itu tidak lebih dari semacam ketakjuban social. Dalam artian, anak seorang tukan kayu, yang jika dilihat dalam starat ekonomi dan social tidak dalam strata tinggi, bisa mengajar firman tuhan, itu sesuatu yang patut dibanggakan. Ketakjubannya tidak lebih dari itu.
2. Tidak mendemonstrasikan kuasa-Nya, seperti menghardik Roh jahat, atau menyembuhkan orang lumpuh.
Orang Nazareth Mempertanyakan Latarbelakang Sosial Yesus:
Sebagai seorang yang dikenal sejak kecil. Belum lagi latarbelakang keluarga, dan ekonomi. Ditambah latarbelakang pendidikan yang tidak jelas, tidak seperti ahli taurat yang memang belajar khusus Firman Tuhan (PL), bukan soal gampang memberitakan sesuatu yang baru. Ayat 6:3, menunjukkan bagaiman mereka mengenal betul asal-usul Yesus. Ayat itu juga menjelaskan bahwa Yesus tidaklebih daripada mereka, Adik-Nya pun berada diantara orang-orang itu untuk duduk mendengar, bukan mengajar. Markus mencatat hal itu yang kemudian membuat mereka kecewa dan menolak Dia.

Sementara itu Lukas mencatat, bahwa penolakan kepada Yesus diakibatkan oleh ilustrasi Yesus yang membuka kedok da nisi hati orang-orang Nazareth yang busuk. Dalam Lukas 4:25 disebutkan bagaimana Yesus mengajak orang-orang Nazareth untuk kembali melihat kisah Janda sarfat yang dipilih Tuhan untuk ditolong oleh Elia, padahal, Pada zaman Elia ada banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan, dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia justru diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Kisah lain yang Yesus kutip, pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu. Mendengar itu orang-orang Nazareth langsung marah dan mengusir Dia. Ini menunjukkan kepada orang-orang di situ (Nazareth) bahwa Allah juga mengasihi jiwa-jiwa lain di luar Israel. Meskipun Israel bangsa pilihan, bukan berarti Allah tidak memlihar dan memilih orang diluar Israel. Menceritakan hal itu, tentu saja Yesus dianggap telah menyakiti martabat orang-orang Israel sebagai bangsa pilihan.

Firman Tuhan pagi ini bukan berarti memberi arahan kepada kita agar jangan memberitakan Injil, atau kabar berita baik itu ke orang-orang di daerah kita sendiri. Tapi memberi gambaran kepada kita, bahwa tidak mudah memberitakan Injil (firman Tuhan) kepada orang-orang di daerah kita sendiri. Sebab amat sangat umum jika mereka akan meragukan kredibilitas dan integritas kita sebagai orang yang diberi anugerah dan kesempatan oleh Tuhan untuk mewartakan firman. Tidak hanya itu, orang juga kerap melihat latar belakang pendidikan yang kita miliki. Belum lagi jika ada masalalu yang buruk. Diremehkan orang itu adalah sesuatu yang mungkin terjadi.

Yesus memang ditolak dan diragukan, tapi tidak menghambat dia untuk tetap mewartakan Firman Allah kepada orang-orang yang memang sudah sangat mengenal Dia, dan latar belakang keluarga-Nya. Hambat an memang sesuatu yang sangat sulit dihindari, bahkan kerap membuat kita down, tapi biarlah itu tidak membuat kita lari dari panggilan untuk tetap melayani. Hambatan dan rintangan pasti selalu ada – jangan jadikan itu sebagai ukuran – tapi bagaimana panggilan kita, sejauh mana karunia dan karya yang kita lakukan berdampak bagi umat. Itu sudah! Slawi




.::Related Post::.